Channel Pers

Kapolsek Mangkutana Sewa Alat Berat Bersihkan Material Longsor Demi Kelancaran Arus Lalulintas



Channelpers.com , Luwu Timur -Perjuangan Polsek Mangkutana saat terjadi longsor di jalan Trans Sulawesi harus rela menyewa alat berat demi kelancaran arus lalulintas.

Seperti longsor yang terjadi Selasa 01 April 2025 kemarin, Kapolsek Mangkutana AKP. Simon Siltu harus rela mengeluarkan dana pribadi untuk menyewa alat berat dan operator untuk membersihkan material longsor dari badan jalan.

Lanto, warga setempat membenarkan upaya dan perjuangan Kapolsek Mangkutana saat terjadi bencana longsor, tak tanggung-tanggung turun tangan langsung mencari operator dan alat berat.

Menurut Lanto, sejak terjadi longsor sore kemarin, Kapolsek Mangkutana bersama personelnya mengelilingi beberapa desa untuk mencari alat berat dan operator yang bisa cepat diakses ke lokasi longsor.

” Perjuangan beliau memang patut diapresiasi, mereka keliling cari alat dan operator karena kendaraan sudah mulai menumpuk, mereka sampai ke desa Rantemario cari alat berat, operatornya dicari di desa Margolembo, mana lagi mobil yang akan angkut alat, semua itu Kapolsek yang sewa pakai dana pribadi,” Ungkap Lanto.

Tidak hanya sebatas cari dan sewa alat kata Lanto, Kapolsek juga turun langsung memimpin proses evakuasi material di badan jalan, yang akhirnya kendaraan bisa lewat pagi tadi.

Lanto mengatakan bahwa ada alat berat milik salah satu perusahaan yang tengah parkir dan standby tak jauh dari lokasi longsor, namun alat itu tidak dapat dioperasikan lantaran operatornya tengah libur lebaran.

” Setelah alat berat dikawal sampai lokasi, Kapolsek tidak langsung tinggalkan begitu saja, dia yang pimpin langsung evakuasi material sampai pagi, sebenarnya ada alat berat milik perusahaan dekat lokasi longsor tapi tidak bisa karena operatornya libur, perusahaan juga tidak mungkin lepas alatnya kalau bukan operatornya,” Kata Lanto.

Saat ini, jalan Trans Sulawesi sudah bisa dilewati kendaraan pasca longsor, kendati demikian potensi longsor susulan masih bisa terjadi, pasalnya jalan Trans Sulawesi yang baru saja dilakukan proyek pelebaran jalan kerap diguyur hujan dengan kondisi tanah yang masih labil.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama